Wedang Ronde
Minuman hangat berisi bola-bola ketan isi kacang, dengan kuah jahe manis dan susu yang menenangkan.
Dari wedang yang menenangkan jiwa, jamu yang menyehatkan tubuh, hingga es yang menyegarkan tenggorokan — kenali warisan minuman khas Yogyakarta.
Setiap gelas menyimpan cerita, setiap tegukan membawa warisan. Pilih dan pelajari resepnya.
Minuman hangat berisi bola-bola ketan isi kacang, dengan kuah jahe manis dan susu yang menenangkan.
Kopi tubruk panas dengan arang bara yang dimasukkan langsung ke gelas. Unik khas Lek Man, Angkringan Tugu.
Ramuan herbal dari rerumputan dan rempah khas Imogiri. Namanya berarti "sampah", tapi khasiatnya luar biasa.
Perpaduan kunyit dan asam jawa yang menyegarkan. Penyembuh alami untuk masalah pencernaan dan kekebalan tubuh.
Minuman es serut dengan kelapa muda, susu kental manis, nangka, dan agar-agar. Manis, segar, membuat gembira!
Jamu legendaris dari beras yang disangrai dan kencur. Melegakan tenggorokan dan menghilangkan pegal linu.
Wedang jahe hangat dengan isian kacang hijau, kacang tanah, dan pacar cina. Penghangat malam yang sempurna.
Es serut dengan toping melimpah: alpukat, kelapa muda, nangka, susu, dan siraman gula merah. Legenda panas terik Jogja.
Tahu sutra lembut dalam kuah jahe-gula merah yang hangat. Sering dijajakan keliling pada malam hari di Jogja.
Roti tawar panggang yang disiram dengan kuah jahe hangat dan susu kental manis. Sering dijual keliling malam di kawasan Taman Sari.
Minuman rempah khas Keraton Yogyakarta, berisi bunga pekak, kapulaga, kayu manis, dan jahe yang menghangatkan badan.
Teh manis hangat khas angkringan Jogja yang dicampur dengan potongan jahe bakar (waluh). Perpaduan sempurna antara manis dan pedas.
Fermentasi singkong (tape) yang dipanaskan bersama kuah jahe dan gula merah. Rasa manis-asam hangat yang khas di lidah.
Jamu tradisional dari ekstrak kunyit dan daun sinom muda. Rasanya manis-asam segar, dipercaya baik untuk melancarkan pencernaan.
Minuman klasik berisi biji selasih yang kenyal, dengan campuran santan dan sirup gula merah cair. Sangat menyegarkan di siang hari.
Tidak ada minuman yang ditemukan untuk kategori ini.
Raja wedang Yogyakarta yang melegenda — perpaduan sempurna antara kehangatan jahe, kelunakan bola ketan, dan manis kacang.
Wedang Ronde adalah adaptasi dari tradisi Tionghoa-Peranakan yang telah menyatu dengan budaya Jawa. Kata "ronde" merujuk pada bola-bola ketan berisi kacang, sementara "wedang" berarti minuman hangat. Di Jogja, minuman ini menjadi penghangat malam yang dinikmati sambil lesehan, terutama di sekitar Malioboro.
Rebus jahe memar dengan gula merah hingga harum dan mendidih. Saring kuah.
Campur tepung ketan dengan air hangat, bentuk bulat isi kacang tanah yang sudah disangrai.
Rebus bola ketan hingga mengapung, masukkan ke kuah jahe bersama pacar cina.
Sajikan hangat dengan tambahan susu kental manis dan taburan kacang sangrai.
Budaya minum di Yogyakarta bukan sekadar menghilangkan haus — ia adalah ritual, obrolan, dan warisan.
Tradisi ngopi di pinggir jalan dengan kopi joss dan jajan pasar. Setiap angkringan adalah ruang sosial tempat obrolan mengalir tanpa batas.
Pedagang jamu berkeliling membawa berbagai ramuan di gendongan. Setiap ramuan punya fungsi spesifik — warisan kesehatan turun-temurun.
Lesehan malam menikmati wedang ronde, sekoteng, atau tahu — kehangatan yang menyatukan keluarga, teman, dan kekasih di bawah lampu jalan.
Bagikan warisan minuman keluarga Anda dan jadilah bagian dari pelestarian budaya kuliner Yogyakarta.
Kirim Resep Anda