Wedang Tape Hangat Khas Jogja
Minuman Penghangat Tradisional

Wedang Tape:
Hangatnya Manis Tape Ketan & Jahe di Malam Hari

17 Maret 2026 5 menit baca 35.2K views
JK

Tim Jogja Kuliner

Jelajahi Kuliner

Semangkuk Wedang Tape hangat dengan tape ketan

Wedang tape dengan kuah jahe kecokelatan dan potongan tape ketan yang lembut

Wedang Tape adalah salah satu minuman penghangat yang paling ikonik di Yogyakarta. Jika wedang ronde identik dengan bola-bola ketan kenyal, dan wedang uwuh identik dengan ramuan rempah, maka wedang tape menyuguhkan kelembutan tape ketan yang meleleh di mulut, berendam dalam kuah jahe-gula merah yang hangat. Minuman ini adalah penghangat sempurna yang sering dicari warga Jogja saat malam mulai dingin atau setelah hujan turun.

Mengenal Wedang Tape

"Wedang" dalam bahasa Jawa berarti minuman hangat. Jadi, wedang tape secara harfiah adalah minuman hangat berisi tape. Bahan utamanya adalah tape ketan—ketan yang difermentasi hingga menghasilkan rasa manis-asam yang khas dan tekstur yang sangat lembut. Tape ini kemudian disiram dengan air rebusan jahe dan gula merah.

Yang membuat wedang tape begitu istimewa adalah transformasi tekstur tape saat terkena air panas. Tape yang awalnya padat akan sedikit meleleh, menciptakan kuah yang sedikit kental, manis, dan memiliki aroma alkohol yang sangat tipis (namun tidak memabukkan karena sudah menguap saat perebusan).

Tradisi Angkringan di Malam Hari

Di Yogyakarta, wedang tape tidak bisa dipisahkan dari budaya angkringan. Saat malam tiba, terutama di kawasan Malioboro, Alun-Alun Kidul, atau sepanjang jalan Gudeg Yu Djum, deretan angkringan mulai membuka tenda mereka.

"Duduk lesehan di pinggir jalan, menghirup wedang tape yang mengepul asap sambil mengunyah tape yang lembut, adalah pengalaman merakyat yang paling dikangenan wisatawan di Jogja."

Wedang tape sering dipesan bersamaan dengan jajanan khas angkringan lainnya, seperti sego kucing, sate usus, atau tempe mendoan. Harganya yang sangat terjangkau membuat minuman ini bisa dinikmati oleh semua kalangan, dari mahasiswa hingga wisatawan mancanegara.

Bahan Utama dan Cita Rasa

Kesederhanaan bahan wedang tape menyimpan rasa yang kompleks dan menenangkan:

Tempat Menikmati Wedang Tape di Jogja

Untuk merasakan wedang tape yang otentik, Anda bisa mengunjungi tempat-tempat berikut di Yogyakarta:

  1. Angkringan Malioboro: Deretan angkringan di sepanjang Jl. Malioboro adalah tempat paling ikonik. Anda bisa duduk lesehan sambil menikmati wedang tape dan sego kucing.
  2. Alun-Alun Kidul (Alkid): Banyak pedagang kaki lima di Alkid yang menjual wedang tape untuk menemani aktivitas mobil gowes wisatawan.
  3. Tugu Jogja (Sosrowijayan): Di kawasan wisata Sosrowijayan, banyak warung kecil yang menyajikan wedang tape di malam hari untuk para backpacker.
  4. Kafe Modern: Beberapa kafe di Jogja kini mengemas wedang tape dalam sajian yang lebih premium dengan tambahan es krim vanilla atau susu kental manis.

Tips Menikmati Wedang Tape

Agar pengalaman menikmati wedang tape Anda maksimal, perhatikan tips berikut:

Rahasia Penyajian

Wedang tape paling nikmat disajikan saat masih sangat panas. Aroma khas tape yang sedikit menyengat akan keluar maksimal saat kuahnya mengepul. Jika sudah dingin, rasa manisnya akan terlalu dominan dan teksturnya terasa kurang pas.

  • Aduk Hingga Merata: Tape ketan cenderung mengendap di bawah. Aduk perlahan agar tape tercampur dengan kuah jahe dan gula merah di atasnya.
  • Pilih Tape yang Matang: Jika membuat sendiri, pastikan tape ketan sudah benar-benar berair dan matang. Tape yang masih keras tidak akan meleleh dengan baik saat disiram air panas.
  • Jangan Rebus Tape Terlalu Lama: Cukup siram tape dengan air jahe yang masih mendidih, atau masukkan tape di akhir perebusan. Merebus tape terlalu lama akan membuatnya hancur dan rasa alkoholnya hilang sepenuhnya, menyisakan rasa hambar.
  • Padukan dengan Gorengan: Di angkringan, wedang tape paling sering dipadukan dengan tempe mendoan atau bakwan. Kontras antara minuman manis-hangat dan gorengan asin-gurih sangat memanjakan lidah.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa itu Wedang Tape?

Wedang Tape adalah minuman tradisional khas Yogyakarta yang terbuat dari tape ketan (singkong/ketan yang difermentasi) yang direbus bersama air jahe dan gula merah. Minuman ini disajikan hangat dan sangat cocok untuk menghangatkan tubuh di malam hari.

Apakah Wedang Tape memabukkan?

Tidak. Meskipun tape mengandung sedikit alkohol akibat proses fermentasi, alkohol tersebut akan menguap sepenuhnya saat tape direbus dengan air jahe. Hasilnya adalah minuman manis, hangat, dan non-alkohol yang aman dikonsumsi semua usia.

Apa perbedaan Wedang Tape dan Wedang Ronde?

Wedang Ronde berisi bola-bola ketan kenyal berisi kacang tanah dengan kuah jahe, sedangkan Wedang Tape berisi potongan tape ketan yang lembut dan meleleh di dalam kuah jahe. Keduanya sama-sama minuman penghangat khas Jogja.

Di mana bisa membeli Wedang Tape di Jogja?

Wedang Tape mudah ditemui di Angkringan sepanjang Jalan Malioboro, Alun-Alun Kidul, atau warung-warung kaki lima di malam hari. Beberapa kafe modern juga menyajikannya dengan modifikasi.

Penutup

Wedang Tape adalah minuman yang merepresentasikan kehangatan dan keramahan kota Yogyakarta. Kesederhanaan bahan bakunya yang diolah dengan kearifan lokal mampu menciptakan rasa yang abadi. Ketika malam mulai turun dan udara dingin menyelimuti kota, mencari angkringan dan menyedot wedang tape yang mengepul asap adalah ritual wajib yang akan membuat Anda semakin jatuh cinta dengan Jogja.

JK

Tim Jogja Kuliner

Menjelajahi keindahan wisata dan kelezatan kuliner di seluruh penjuru Yogyakarta.