Resep & Filosofi Kopi Joss
Sensasi kopi tubruk panas dengan arang bara menyala dari Angkringan Tugu yang melegenda di Yogyakarta.
Di sudut jalan dekat Stasiun Tugu Yogyakarta, deru kereta api berpadu dengan aroma kopi tubruk yang menembus malam. Di situlah Kopi Joss lahir. Secangkir kopi panas dengan sebuah potongan arang membara yang dimasukkan langsung ke dalam gelas, menghasilkan suara mendesis ("joss!") yang ikonik.
Bagi wisatawan maupun warga lokal, menikmati Kopi Joss di Angkringan bukan sekadar mengusir kantuk, melainkan sebuah ritual malam yang wajib dicoba. Asap tipis dari arang yang terbakar berpadu dengan uap kopi pekat menciptakan pengalaman sensorik yang tidak akan Anda temukan di tempat lain.
Asal Usul Kopi Joss
Kopi Joss pertama kali diciptakan oleh Angkringan Lik Man yang berdiri sejak tahun 1960-an. Konon, pada suatu malam, ada seorang pembeli yang komplain karena kopi tubruknya terlalu panas dan membuat perutnya tidak nyaman. Sang pedagang kemudian mengambil arang dari tungku pembakaran dan mencelupkannya ke dalam gelas kopi tersebut.
"Saat arang panas menyentuh kopi, terdengar suara 'Joss!'. Secangkir kopi pun langsung menjadi ramuan yang dianggap bisa menetralisir perut kembung."
Sejak saat itu, Kopi Joss menjadi menu signature. Arang yang digunakan biasanya adalah arang dari kayu mahoni atau batok kelapa. Dipercaya oleh masyarakat lokal bahwa arang ini berfungsi sebagai karbon aktif alami yang menyerap asam berlebih pada kopi, sehingga aman dikonsumsi oleh mereka yang memiliki masalah lambung.
Bahan & Alat Yang Dibutuhkan
Berikut adalah komposisi untuk membuat secangkir Kopi Joss yang otentik di rumah:
Bahan Kopi
Bahan Khas & Alat
Cara Membuat Kopi Joss
Langkah-langkah meracik Kopi Joss sangatlah sederhana, namun jangan lupa untuk berhati-hati saat menangani api panas:
Seduh Kopi Tubruk
Masukkan kopi bubuk, gula kopi, dan sejumput garam ke dalam gelas. Tuangkan air panas mendidih. Aduk sebentar dan biarkan endapan kopi turun ke dasar gelas selama 1-2 menit.
Panaskan Arang
Panaskan sepotong arang batok kelapa di atas kompor atau tungku hingga membara merah menyala. Pastikan arang yang digunakan benar-benar kering dan bersih dari bahan kimia.
Masukkan Arang ke Kopi
Menggunakan capit atau sendok besi, ambil arang yang membara dan segera masukkan ke dalam gelas kopi panas. Tunggu hingga bunyi mendesis ("joss!") menghilang dan arang padam.
Angkat Arang & Sajikan
Setelah arang padam dan tidak berasap, keluarkan arang dari gelas. Kopi Joss siap dinikmati selagi hangat. Aroma smoky (asap) khas akan langsung tercium saat meneguknya.
Tips & Trik Racikan Sempurna
Agar aman, pastikan arang yang Anda gunakan adalah arang batok kelapa murni tanpa bahan bakar kimia (seperti minyak tanah atau spiritus). Bersihkan abu pada arang dengan meniupnya sebelum dicelupkan ke kopi. Jangan gunakan arang dari kayu yang mengandung getah seperti pinus, karena akan merusak rasa kopi.
Fakta di Balik Arang dalam Kopi Joss
Meskipun terdengar ekstrem, memasukkan arang ke dalam kopi sebenarnya memiliki dasar logis. Berikut beberapa fakta menarik:
- Karbon Aktif Alami: Arang batok kelapa yang membara bertindak sebagai karbon aktif yang menyerap kafein dan asam kopi berlebih, sehingga lebih ramah di lambung.
- Aroma Smoky: Proses pembakaran memberikan aroma smoky (seperti kayu bakar) yang unik, menambah dimensi rasa pada kopi tubruk biasa.
- Penetral Racun: Secara tradisi, arang memang sering digunakan sebagai obat sakit perut atau keracunan makanan ringan di masyarakat pedesaan.
Membuat Kopi Joss di rumah adalah cara yang menyenangkan untuk membawa pulang suasana malam Yogyakarta. Jangan lupa temani secangkir kopi arang ini dengan pisang goreng atau roti bakar untuk pengalaman yang lebih lengkap.