Angkringan Jogja
Wisata Kuliner Malam

Angkringan Jogja:
Surga Kuliner Malam

22 Januari 2025 15 menit baca 22.1K views
JK

Tim Jogja Kuliner

Penulis Kuliner

Angkringan Jogja

Suasana angkringan khas Yogyakarta dengan tempat duduk lesehan

Angkringan merupakan fenomena kuliner yang tak terpisahkan dari keseharian masyarakat Yogyakarta. Lebih dari sekadar tempat makan, angkringan adalah ruang sosial di mana orang-orang dari berbagai kalangan berkumpul, bercerita, dan menikmati hidangan sederhana dengan harga yang sangat terjangkau. Dari mahasiswa hingga pejabat, semua duduk lesehan beralaskan tikar dalam suasana yang akrab dan egaliter.

Apa itu Angkringan?

Angkringan adalah jenis warung makan kecil yang khas dari Yogyakarta. Ciri utamanya adalah tempat duduk lesehan di atas tikar atau karpet, menu yang dijajakan di atas gerobak, dan harga yang sangat terjangkau. Angkringan biasanya buka dari sore hingga larut malam, menjadi tempat nongkrong favorit masyarakat Jogja dan wisatawan.

Istilah "angkringan" berasal dari bahasa Jawa "angkring" yang berarti duduk bersila atau duduk santai sambil bersandar. Kata ini menggambarkan posisi duduk pengunjung yang lesehan dan santai. Filosofi angkringan sendiri adalah "mangan ora mangan angkring", yang berarti "makan atau tidak makan yang penting nongkrong". Ini menunjukkan bahwa angkringan bukan sekadar tempat makan, tetapi tempat bersosialisasi.

Sejarah Angkringan Jogja

Sejarah angkringan tidak terlepas dari tradisi jual-beli makanan di Yogyakarta sejak era 1950-an. Berbeda dengan warung makan biasa, angkringan berkembang sebagai tempat makan yang informal dan murah.

Awal Mula (1950-an)

Angkringan pertama kali diperkenalkan oleh pedagang kecil yang menjajakan makanan dengan gerobak dorong. Pada masa itu, para pedagang ini berkeliling dari kampung ke kampung menjual nasi bungkus kecil dan minuman hangat. Seiring waktu, mereka mulai menetap di lokasi-lokasi tertentu yang ramai.

Angkringan Lek Man

Nama yang paling legendaris dalam sejarah angkringan adalah Lek Man. Pada tahun 1950-an, Lek Man memulai usaha angkringannya di sekitar Stasiun Tugu, Yogyakarta. Ia dikenal sebagai pelopor angkringan dengan gerobak dorong yang menjual nasi kucing dan minuman hangat.

"Di angkringan, tidak ada jarak antara kuli dan bos, antara mahasiswa dan dosen. Semua duduk beralaskan tikar yang sama, menikmati makanan yang sama, dengan harga yang sama murahnya."

Perkembangan Modern

Memasuki era 1990-an hingga sekarang, angkringan berkembang pesat. Kawasan Malioboro, Klithikan, dan sekitar Alun-alun menjadi pusat angkringan yang ramai dikunjungi.

Fakta Menarik

Di Yogyakarta, terdapat lebih dari 500 titik angkringan yang tersebar di berbagai sudut kota. Pada malam minggu dan liburan, angkringan populer bisa melayani hingga 500-1000 pengunjung per malam.

Konsep Unik Angkringan

Angkringan memiliki beberapa keunikan yang membedakannya dari tempat makan lainnya:

Tempat Angkringan Terbaik di Jogja

Rekomendasi tempat angkringan terbaik yang wajib dikunjungi:

Lek Man
Original4.9

Angkringan Lek Man

Angkringan legendaris cikal bakal budaya angkringan di Jogja, di dekat Stasiun Tugu.

Lokasi: Jl. Margo Mulyo No. 16
Jam: 17.00 - 01.00 WIB

Klithikan
Populer4.8

Angkringan Klithikan

Di depan Stadion Kridosono, salah satu angkringan paling ramai di Jogja.

Lokasi: Jl. Solo, depan Stadion Kridosono
Jam: 18.00 - 24.00 WIB

NByte
Strategis4.7

Angkringan NByte

Angkringan Kulon Omah di Kebon Agung, Imogiri, Bantul. Akses jalan bagus untuk mobil.

Lokasi: Utara Alun-alun Utara
Jam: 17.00 - 01.00 WIB

Lokasi Lainnya

  • Angkringan Malioboro - Deretan angkringan sepanjang jalan Malioboro
  • Angkringan Tugu - Di sekitar area Tugu Yogyakarta
  • Angkringan Kamasan - Di dekat Benteng Vredeburg
  • Angkringan Kotabaru - Area dekat kampus UGM

Etika dan Tips Menikmati Angkringan

Ambil Sendiri

Ambil makanan sendiri dari gerobak, catat untuk pembayaran.

Waktu Tepat

Paling ramai 20.00-23.00. Datang lebih awal atau larut untuk suasana tenang.

Jaga Kebersihan

Buang sampah pada tempatnya, jaga kebersihan area duduk.

Siapkan Uang Kecil

Siapkan pecahan Rp 1.000-5.000 untuk kemudahan transaksi.

Pertanyaan Umum tentang Angkringan

Penutup

Angkringan bukan sekadar tempat makan, tetapi sebuah pengalaman budaya yang menggambarkan semangat egalitarian dan keramahan Yogyakarta. Saat berkunjung ke Yogyakarta, meluangkan waktu untuk duduk lesehan di angkringan sambil menikmati nasi kucing dan kopi joss adalah pengalaman yang tak ternilai.

JK

Tim Jogja Kuliner

Tim penulis yang fokus pada kuliner dan budaya Yogyakarta.

Komentar

0

Silakan login dengan akun Google untuk memberikan komentar