Taman Sari
Situs Bersejarah

Taman Sari:
Istana Air Yogyakarta

Bekas Taman Rekreasi Keluarga Kesultanan & Benteng Tersembunyi

4.6 / 5.0 (10.200+ ulasan)
Taman Sari Yogyakarta

Bangunan bersejarah di kompleks Taman Sari (Sumber: Unsplash)

Taman Sari, atau yang sering disebut Taman Sari Water Castle, adalah sebuah kompleks bekas istana air atau taman rekreasi keluarga Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Terletak sekitar 500 meter di sebelah barat daya Keraton Yogyakarta, kompleks ini dibangun pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono I dan menjadi salah satu peninggalan arsitektur paling unik di Indonesia.

Pengertian dan Nama

Nama "Taman Sari" berasal dari bahasa Jawa yang berarti "Taman yang Indah" atau "Taman Bunga". Kompleks ini juga dikenal dengan sebutan "Water Castle" karena dominasi elemen air dalam desainnya—kolam renang, danau buatan, dan saluran air menghiasi seluruh area. Masyarakat setempat sering menyebutnya "Segaran" (danau besar) karena keberadaan danau buatan di tengahnya.

Sejarah Pembangunan

Pembangunan Taman Sari dimulai pada tahun 1758 M (1683 Jawa) dan selesai sekitar tahun 1765. Diprakarsai oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I, kompleks ini dirancang tidak hanya sebagai tempat peristirahatan, tetapi juga memiliki fungsi strategis.

Arsitektur & Perancang

Terdapat kisah yang menyebutkan arsitekturnya didesain oleh seorang arsitek Portugis, meskipun hal ini masih diperdebatkan. Gaya bangunan menunjukkan perpaduan arsitektur Jawa-Hindu, Islam, bahkan ada sentuhan Eropa (Portugis/Cina) pada detail ornamen tertentu.

Fungsi Multifungsi

  • Tempat Istirahat & Rekreasi : Kolam pemandian untuk keluarga Sultan.
  • Benteng Pertahanan : Terowongan bawah tanah untuk evakuasi.
  • Tempat Meditasi : Ruang khusus untuk bersemedi.
  • Masjid : Sumur Gumuling sebagai masjid bawah tanah.
Tahun Bangun
1758-1765 M
Pembangun
Sri Sultan HB I
Luas Awal
> 10 Hektar
Gaya
Jawa-Indo-Eropa

Arsitektur & Tata Ruang

Kompleks Taman Sari terbagi dalam empat area utama:

Danau Segaran

Danau buatan yang dulu bisa disewa perahunya. Sekarang menjadi area kolam pemancingan dan jalan umum.

Pulau Kenanga

Bangunan tinggi di tengah danau, tempat Sultan menikmati pemandangan.

Pasarean Ledok Sari

Rahasia meditasi Sultan. Tempat peristirahatan bawah tanah.

Sumur Gumuling

Masjid bawah tanah unik dengan akustik luar biasa.

Keunikan Sumur Gumuling

Sumur Gumuling adalah bangunan paling ikonik di Taman Sari. Berbentuk bangunan dua lantai yang berada di bawah permukaan tanah. Konon, bagian bawahnya dulu digunakan sebagai tempat wudhu, sedangkan bagian atas untuk shalat.

"Sumur Gumuling adalah masjid bawah tanah yang unik dengan akustik ruangan sangat bagus. Pada masa lalu, suara imam dapat terdengar jelas ke seluruh bagian ruangan tanpa pengeras suara."

Banyak wisatawan mencoba berteriak atau berbisik di tengah ruangan untuk merasakan efek akustik tersebut. Posisi lima tangga menuju ruang utama melambangkan Rukun Islam.

Umbul Binangun (Kolam Pemandian)

Umbul Binangun adalah kompleks kolam pemandian keluarga Sultan. Terdapat tiga kolam dengan fungsi berbeda: satu untuk putra-putri Sultan, satu untuk selir, dan satu lagi untuk para dayung. Kolam ini dikelilingi menara pengawas tempat Sultan menikmati pemandangan.

Spot Foto Instagramable

Taman Sari menjadi surganya fotografer karena tekstur tembok kuno, pencahayaan alami yang menembus celah-celah bangunan, dan arsitektur yang unik. Spot paling populer adalah jendela dan gang-gang sempit dengan tekstur batu tua. Banyak turis menggunakan pakaian adat Jawa untuk foto di sini.

Tips Berkunjung

  • Pakai Jasa Pemandu : Sebagian area tidak memiliki penjelasan, pemandu lokal sangat membantu menjelaskan sejarah.
  • Datang Pagi : Cahaya pagi bagus untuk foto dan suasana lebih sepi.
  • Hati-hati di Lorong : Beberapa lorong gelap dan licin.
  • Bawa Air : Area cukup luas dan panas saat siang.

Pertanyaan Umum