Candi Prambanan atau Candi Roro Jonggrang adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 Masehi. Terletak di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, candi ini merupakan kebalikan dari Borobudur yang merupakan candi Buddha. Prambanan menjadi simbol kejayaan kerajaan Mataram Kuno dan pencapaian tinggi dalam arsitektur Hindu di Nusantara.
Pengertian dan Nama Prambanan
Nama "Prambanan" berasal dari nama desa tempat candi ini berada. Nama lain yang sering digunakan adalah "Candi Roro Jonggrang", yang diambil dari legenda setempat tentang seorang putri cantik yang dikutuk menjadi arca.
Nama asli kompleks candi ini dalam prasasti tidak diketahui secara pasti. Namun, prasasti Siwagraha tahun 856 M menyebutkan adanya sebuah bangunan suci yang didirikan untuk memuliakan Siwa. Sebagian ahli percaya nama aslinya mungkin adalah "Siwalaya" (Rumah Siwa).
Sejarah Pembangunan
Candi Prambanan dibangun sekitar tahun 850 Masehi oleh Rakai Pikatan, raja dari Dinasti Sanjaya, Kerajaan Mataram Kuno. Pembangunan ini diduga dilanjutkan oleh penerusnya, Rakai Kayuwangi.
Dinasti Sanjaya vs Syailendra
Pembangunan Prambanan sering dikaitkan dengan persaingan antara Dinasti Sanjaya (Hindu) dan Dinasti Syailendra (Buddha). Setelah masa keemasan Dinasti Syailendra yang membangun Borobudur, Rakai Pikatan dari Dinasti Sanjaya merebut kekuasaan dan membangun Prambanan sebagai simbol kembalinya pengaruh Hindu di Jawa.
± 850 M
Rakai Pikatan
Sanjaya
Memuliakan Trimurti
Legenda Roro Jonggrang
Tidak bisa dipisahkan dari Prambanan adalah legenda Roro Jonggrang. Cerita rakyat ini menceritakan tentang Putri Roro Jonggrang yang berusaha menghindari pinangan Bandung Bondowoso, seorang pria sakti yang telah membunuh ayahnya.
Kisah Singkat
Roro Jonggrang akhirnya menyetujui pinangan Bandung Bondowoso dengan syarat mustahil: membangun 1.000 candi dalam satu malam. Dengan kekuatan gaib, Bandung hampir berhasil. Untuk menggagalkannya, Roro Jonggrang memerintahkan wanita desa menumbuk padi dan memukul kentongan untuk membuat ayam berkokok, menipu Bandung bahwa pagi telah tiba.
Bandung yang menyadari kecurangan itu marah dan mengutuk Roro Jonggrang menjadi arca batu. Arca itu konon adalah arca Durga Mahisasuramardini di dalam Candi Siwa utara.
"Kau adalah wanita yang licik, Jonggrang! Karena itu, terimalah kutukan ini: Jadilah kau candi yang ke-1000!"
— Kutukan Bandung Bondowoso
Masa Terlupakan & Penemuan
Seperti Borobudur, Candi Prambanan juga mengalami masa terlupakan setelah runtuhnya Kerajaan Mataram Kuno dan perpindahan pusat kekuasaan ke Jawa Timur. Gempa bumi pada abad ke-16 diduga menjadi penyebab utama runtuhnya struktur candi.
Pada tahun 1733, C.A. Lons, seorang berkebangsaan Belanda, menemukan reruntuhan candi yang tertimbun tanah dan ditumbuhi vegetasi. Sir Stamford Raffles juga memberikan perhatian khusus pada situs ini pada tahun 1811.
Arsitektur dan Struktur
Kompleks Prambanan terdiri dari tiga candi utama (Trimurti), tiga candi Wahana (kendaraan), dua candi Apit, empat candi Kelir, empat candi Patok, dan 224 candi Perwara.
Candi Siwa
Tertinggi (47m). Tengah. Memiliki 4 ruangan dengan arca Siwa Mahadewa, Ganesha, Durga, dan Agastya.
Candi Brahma
Selatan. Memuat arca Brahma berkepala empat. Relief Ramayana berlanjut di sini.
Candi Wisnu
Utara. Memuat arca Wisnu. Relief Krisnayana terpahat di dindingnya.
Relief Cerita Ramayana
Salah satu keunikan Prambanan adalah relief yang menceritakan epos Ramayana. Relief ini dipahat pada dinding pagar langkan Candi Siwa dan Brahma. Ceritanya berawal dari langkah-langkah balairung sini hingga penculikan Dewi Sinta oleh Rahwana.
Relief ini menjadi dasar bagi pertunjukan Sendratari Ramayana yang legendaris, dipentaskan di panggung terbuka dengan latar candi yang menyala di malam hari.
Proses Restorasi
Restorasi dimulai pada masa kolonial Belanda oleh Theodoor van Erp. Pada 1918, restorasi dimulai dengan memugar Candi Siwa. Namun, proyek ini terhenti karena keterbatasan dana.
Restorasi besar-besaran kembali dilakukan pada 1950-an. Sayangnya, gempa Yogyakarta 2006 menyebabkan kerusakan parah, meruntuhkan beberapa patok dan mengancam stabilitas struktur. Proyek perbaikan kembali dilakukan untuk mengembalikan kejayaan candi ini.
Sendratari Ramayana
Setiap bulan purnama (purnama terang), kompleks Prambanan menjadi panggung pertunjukan spektakuler Sendratari Ramayana. Pertunjukan ini menampilkan tari tradisional, musik gamelan, dan kostum megah dengan latar Candi Prambanan yang disinari lampu. Ini adalah salah satu atraksi wisata paling ikonik di Indonesia.