Candi Sambisari adalah salah satu destinasi wisata sejarah paling unik di Yogyakarta. Mengapa unik? Karena berbeda dengan candi pada umumnya yang berdiri di atas permukaan tanah, Candi Sambisari justru terletak di sebuah cekungan sekitar 6,5 meter di bawah permukaan tanah. Candi Hindu ini menjadi saksi bisu dahsyatnya letusan Gunung Merapi pada masa lalu yang menguburnya selama berabad-abad sebelum akhirnya ditemukan kembali secara tidak sengaja.
Mengenal Candi Sambisari
Terletak di Desa Purwomartani, Kec. Kalasan, Kabupaten Sleman, Candi Sambisari diperkirakan dibangun pada awal abad ke-9 Masehi (antara tahun 812-838 M) oleh Wangsa Sanjaya. Kompleks candi ini terdiri dari satu candi induk yang menghadap ke barat dan tiga candi perwara (pendamping) yang menghadap ke candi induk.
Saat Anda memasuki area candi, Anda akan menuruni anak tangga menuju ke halaman pusat. Sensasi masuk ke "lubang" waktu ini memberikan pengalaman tersendiri, seolah-olah Anda sedang melakukan ekspedisi arkeologi ke masa lampau. Lingkungan sekitar yang teduh dan asri membuat suasana di sini terasa sangat syahdu dan misterius.
Sejarah Penemuan yang Mengejutkan
Sejarah penemuan Candi Sambisari sangatlah menarik. Selama ratusan tahun, keberadaan candi ini sama sekali tidak diketahui oleh warga sekitar. Pada Juli 1966, seorang petani bernama Karyowinangun sedang bekerja di sawahnya. Secara tak sengaja, cangkulnya mengenai sebuah batu berukir yang ternyata adalah bagian puncak (kemuncak) candi.
"Penemuan ini langsung dilaporkan kepada pemerintah. Tim Arkeologi kemudian melakukan penggalian selama bertahun-tahun, mengeluarkan ratusan meter kubik tanah dan abu vulkanik yang menimbun candi hingga akhirnya keindahannya terungkap sepenuhnya pada 1987."
Berdasarkan penelitian, candi ini terkubur oleh abu vulkanik dari letusan hebat Gunung Merapi. Karena terkubur selama berabad-abad, struktur batu candi ini justru terselamatkan dari penjarahan dan kerusakan cuaca, membuatnya berada dalam kondisi yang sangat terawat.
Daya Tarik Utama
Apa saja yang membuat Candi Sambisari layak dikunjungi? Berikut adalah daya tarik utamanya:
Lokasi dan Rute Perjalanan
Candi Sambisari berlokasi di Dusun Sambisari, Desa Purwomartani, Kec. Kalasan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta. Lokasinya sangat strategis dan mudah dijangkau.
Rute dari Kota Yogyakarta
- Dari pusat kota Jogja, arahkan kendaraan ke arah timur menuju Jl. Solo (km 10).
- Belok kiri (ke utara) menuju area Candi Kalasan.
- Lewati Candi Kalasan, lanjutkan perjalanan ke arah barat laut menuju jalan ke Bandara Adisucipto/Jl. Magelang km 7.
- Ikuti rambu jalan menuju Candi Sambisari. Jalan menuju lokasi cukup kecil namus beraspal mulus.
- Perjalanan dari pusat kota Jogja hanya memakan waktu sekitar 20-30 menit berkendara.
Harga Tiket Masuk
Sebagai situs yang dikelola BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya), harga tiket masuk Candi Sambisari sangat murah dan terjangkau:
| Kategori | Weekday | Weekend / Libur |
|---|---|---|
| Wisatawan Domestik (Dewasa) | Rp 10.000 | Rp 10.000 |
| Wisatawan Domestik (Anak) | Rp 5.000 | Rp 5.000 |
| Wisatawan Mancanegara | Rp 20.000 | Rp 20.000 |
| Parkir Motor/Mobil | Rp 2.000 - Rp 5.000 | Rp 2.000 - Rp 5.000 |
*Harga dapat berubah sewaktu-waktu. Tiket combination tidak tersedia di sini, namun Anda bisa membelinya terpisah dengan candi-candi lain di sekitar Kalasan.
Fasilitas Lengkap
Walaupun tidak sebesar kompleks Prambanan, fasilitas dasar di Candi Sambisari sudah cukup memadai:
- Area Parkir: Tersedia di atas, tepat di samping pintu masuk. Aman untuk motor dan mobil.
- Rumah Pintar: Terdapat bangunan informasi kecil di area pintu masuk yang menampilkan sejarah dan foto-foto proses penggalian candi.
- Toilet & Mushola: Bersih dan terawat di dekat area parkir.
- Taman yang Asri: Area luar candi dilengkapi taman yang rapi untuk duduk-duduk atau piknik ringan sambil menikmati suasana.
- Pemandu Wisata: Tersedia petugas penjaga candi yang dengan senang hati akan menceritakan sejarah candi jika Anda bertanya.
Tips Berkunjung ke Candi Sambisari
Agar liburan Anda nyaman dan aman, berikut beberapa tips yang harus diperhatikan:
Medan Cekungan
Karena candi berada di bawah tanah, akses masuknya melalui tangga turun. Harap berhati-hati saat menuruni tangga, terutama saat basah. Bagi pengunjung lansia, pastikan ada yang mendampingi.
- Datang Pagi Hari: Waktu terbaik adalah pagi hari sekitar pukul 08.00 - 10.00 WIB. Udara masih sangat segar dan lokasi belum terlalu ramai, sangat ideal untuk fotografi.
- Kombinasikan dengan Candi Lain: Sambisari berada satu linja dengan Candi Kalasan, Candi Sari, dan Candi Prambanan. Buatlah satu rute untuk mengunjungi semuanya dalam satu hari.
- Jaga Kebersihan: Karena candi berada di cekungan, sampah akan mudah menumpuk dan merusak pemandangan. Pastikan Anda tidak meninggalkan sampah di area candi.
- Bawa Kamera: Spot foto dari atas tangga menuju candi induk akan memberikan ilusi seolah-olah Anda berada di sebuah situs purba yang tersembunyi.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Candi Sambisari adalah sebuah candi Hindu yang dibangun pada abad ke-9. Uniknya, candi ini ditemukan dalam keadaan terkubur 6,5 meter di bawah tanah akibat erupsi Gunung Merapi pada masa lampau.
Harga tiket masuk Candi Sambisari sangat terjangkau, yaitu Rp 10.000 untuk wisatawan dewasa domestik dan Rp 5.000 untuk anak-anak.
Candi ini ditemukan secara tidak sengaja pada tahun 1966 oleh seorang petani bernama Karyowinangun yang sedang mencangkul tanahnya. Cangkulnya mengenai batu ukiran yang ternyata adalah bagian atas candi.
Sangat dekat. Candi Sambisari berjarak sekitar 2,5 km dari Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulon Progo maupun bekas Bandara Adisucipto. Candi ini berada di area Kalasan, Sleman.
Penutup
Candi Sambisari adalah bukti bahwa sejarah kadang menyimpan misteri di perut bumi. Candi yang terkubur abu vulkanik ini memberikan pelajaran berharga tentang betapa dahsyatnya alam dan betapa kayunya warisan nenek moyang. Dengan suasana yang teduh, harga tiket terjangkau, dan keindahan arsitektur abad ke-9 yang terawat, Candi Sambisari wajib masuk dalam daftar wisata sejarah Anda di Yogyakarta.