Candi Ijo adalah destinasi wisata sejarah yang menawarkan keindangan arsitektur masa lalu dipadukan dengan panorama alam yang luar biasa. Berbeda dengan candi pada umumnya, Candi Ijo dibangun di atas perbukitan dengan ketinggian 375 meter di atas permukaan laut, menjadikannya sebagai candi tertinggi di Yogyakarta. Dari lokasi ini, pengunjung tidak hanya dapat menyaksikan keagungan peninggalan Hindu di masa lampau, tetapi juga menikmati hamparan hijau perbukitan serta pemandangan matahari terbenam yang memukau.
Mengenal Candi Ijo
Terletak di Dusun Groyokan, Desa Sambirejo, Kec. Prambanan, Sleman, kompleks candi ini membentang di atas Bukit Ijo (Green Hill). Nama "Ijo" sendiri diambil dari kata dalam bahasa Jawa yang berarti hijau, merujuk pada rimbunnya pepohonan dan rumput yang mengelilingi area perbukitan tersebut.
Kompleks Candi Ijo terdiri dari 17 bangunan yang tersusun dalam 11 teras/undakan. Terletak di sisi barat bukit, candi ini menghadap ke barat, sama seperti banyak candi Hindu lainnya. Yang membuatnya unik adalah susunan terasnya yang semakin ke atas semakin sempit, melambangkan tingkatan spiritual dalam agama Hindu.
Asal Usul dan Sejarah
Berdasarkan penelitian epigrafi dan arkeologi, Candi Ijo diperkirakan dibangun pada abad ke-9 hingga ke-10 Masehi, pada masa Kerajaan Mataram Kuno. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya prasasti bertuliskan tahun 861 Saka (939 Masehi) yang menyebutkan adanya pembuatan bangunan suci (sima) oleh Sri Maharaja Rakai Hino Daksa Teguh.
"Prasasti tersebut menyebutkan bahwa tempat ini dahulu digunakan sebagai tempat pemujaan dewa-dewa Hindu, khususnya Dewa Syiwa, serta sebagai pusat spiritual bagi para pendeta dan petinggi kerajaan."
Karena letaknya yang strategis di puncak bukit, para arkeolog menduga bahwa selain berfungsi sebagai tempat ibadah, Candi Ijo juga berfungsi sebagai pertahanan alami atau penjagaan (benjang) untuk mengawasi wilayah sekitarnya. Saat ini, situs ini dikelola oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY dan tetap menjadi objek penelitian hingga kini.
Daya Tarik Utama
Beragam keunikan membuat Candi Ijo layak dimasukkan ke dalam daftar wisata Jogja Anda:
Lokasi dan Rute Perjalanan
Candi Ijo berlokasi di Dusun Groyokan, Desa Sambirejo, Kec. Prambanan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta. Akses menuju candi ini sudah sangat mudah dan beraspal mulus hingga ke lokasi parkir.
Rute dari Kota Yogyakarta
- Dari pusat kota Jogja, arahkan kendaraan ke arah timur menuju Jl. Solo km 10.
- Belok kiri (ke utara) menuju area Candi Prambanan.
- Dari Candi Prambanan, ikuti jalan ke arah timur menuju Candi Barong atau bukit.
- Ikuti rambu jalan menuju Candi Ijo. Jalan akan sedikit menanjak menuju puncak bukit.
- Perjalanan dari Candi Prambanan ke Candi Ijo hanya memakan waktu sekitar 15-20 menit berkendara.
Harga Tiket Masuk
Sebagai situs yang dikelola BPCB, harga tiket masuk Candi Ijo sangat terjangkau:
| Kategori | Weekday | Weekend / Libur |
|---|---|---|
| Wisatawan Domestik (Dewasa) | Rp 10.000 | Rp 12.000 |
| Wisatawan Domestik (Anak) | Rp 5.000 | Rp 7.000 |
| Wisatawan Mancanegara | Rp 20.000 | Rp 20.000 |
| Parkir Motor/Mobil | Rp 2.000 - Rp 5.000 | Rp 2.000 - Rp 5.000 |
*Harga tiket dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan pengelola. Tiket combination dengan candi lain tidak tersedia, namun Anda bisa membelinya secara terpisah.
Fasilitas Lengkap
Walaupun berada di atas bukit, fasilitas di Candi Ijo sudah cukup memadai:
- Area Parkir Luas: Tersedia di bawah tepat sebelum gerbang masuk, mampu menampung mobil pribadi dan bus.
- Toilet & Mushola: Tersedia di dekat area parkir dengan kondisi bersih.
- Warung & Cafe Kecil: Terdapat beberapa warung di bawah bukit yang menjual makanan ringan, kelapa muda, dan minuman dingin.
- Gazebo / Tempat Istirahat: Beberapa gazebo tersedia untuk duduk-duduk sambil menikmati udara segar perbukitan.
- Pemandu Wisata: Tersedia pemandu lokal yang siap menjelaskan sejarah candi secara mendalam.
Tips Berkunjung ke Candi Ijo
Agar liburan Anda nyaman dan aman, berikut beberapa tips yang harus diperhatikan:
Medan Berundak
Karena terdiri dari 11 teras dengan anak tangga yang cukup curam di beberapa bagian, pastikan memakai alas kaki yang nyaman dan tidak licin. Berhati-hatilah bagi pengunjung lansia atau anak kecil.
- Datang Sore Hari: Waktu terbaik adalah pukul 15.30 - 16.00 WIB. Anda bisa berkeliling dulu saat masih terang, lalu duduk santai menunggu sunset.
- Gunakan Sepatu Nyaman: Medan berbatu dan banyak undakan, sepatu olahraga atau sneakers jauh lebih disarankan dibanding sandal.
- Kombinasikan dengan Candi Lain: Di sekitar area ini terdapat Candi Barong dan Candi Banyunibo yang juga sangat cantik. Buatlah satu rute untuk mengunjungi semuanya sekaligus.
- Bawa Kamera: Spot foto dengan latar belakang langit dan Gunung Merapi sangat indah, jangan sampai kehabisan bateraya kamera atau ponsel.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Candi Ijo adalah sebuah kompleks candi Hindu yang terletak di atas Bukit Ijo, Sambirejo, Sleman. Dengan ketinggian 375 mdpl, ini merupakan candi tertinggi di Yogyakarta.
Harga tiket masuk Candi Ijo sangat terjangkau, yaitu Rp 10.000 untuk wisatawan dewasa dan Rp 5.000 untuk anak-anak pada hari biasa.
Waktu terbaik adalah sore hari sebelum matahari terbenam (sekitar pukul 16:00 WIB). Dari atas bukit, Anda bisa melihat panorama sunset yang spektakuler.
Sangat dekat. Candi Ijo berjarak sekitar 4 km dari Candi Prambanan. Banyak wisatawan yang mengunjungi Candi Barong, Candi Banyunibo, dan Candi Ijo dalam satu rute.
Penutup
Candi Ijo adalah bukti bahwa warisan sejarah Nusantara mampu memadukan keindahan arsitektur dan keagungan alam. Menyusuri teras-teras candi sambil diterpa angin sejuk perbukitan, lalu diakhiri dengan pemandangan langit keemasan saat sunset, adalah pengalaman yang tak terlupakan. Bagi Anda yang mencari ketenangan dan wisata sejarah di luar kebisingan kota, Candi Ijo adalah pilihan yang sempurna.