Jika Anda pecinta daging kambing yang bermutu, Sate Klatak adalah surga yang wajib dikunjungi. Berasal dari kawasan Imogiri dan Pleret, Bantul, sate ini menolak konsep "tusuk kecil bumbu banyak". Sebaliknya, Sate Klatak menonjolkan juiciness daging dengan bumbu minimalis namun raksasa: Garam dan Merica.
Sejarah: Dari Pleret ke Meja Makan
Sate Klatak pertama kali dipopulerkan oleh seorang warga Pleret bernama Mbok Darmi sekitar tahun 1960an. Cita rasa gurih yang unik ini kemudian dilanjutkan oleh generasi berikutnya dan menyebar ke kawasan Wonokromo.
Nama "Klatak" sendiri diambil dari nama area di sekitar pasar hewan Pleret tempat sate ini pertama kali berdiri. Kini, warisan kuliner ini telah menjadi ikon wajib bagi wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta bagian selatan.
Keunikan: Besi, Bambu, dan Garam
Apa yang membedakan Sate Klatak dengan Sate Kambing Madura atau Sate Tegal?
1. Tusuk Bambu (Lidi)
Berbeda dengan sate lain yang menggunakan besi agar panas cepat meresap, Sate Klatak menggunakan lidi bambu tebal. Alasannya agar daging tidak cepat gosong di luar sebelum matang sempurna di dalam, karena potongannya sangat tebal.
2. Bumbu Minimalis
Tidak ada kecap manis, tidak ada kacang. Bumbunya hanya perpaduan garam halus dan merica yang ditaburkan langsung ke daging mentah sebelum dibakar. Hasilnya? Rasa daging asli yang benar-benar terasa.
Resep Sate Klatak & Berapa Gram Daging?
Pertanyaan yang paling sering muncul adalah seberapa besar potongannya. Dalam resep aslinya, berat daging per tusuk Sate Klatak berkisar antara 30 hingga 50 gram.
Sebagai perbandingan, sate ayam biasa hanya memiliki berat sekitar 5 hingga 10 gram per tusuknya.
Bahan-bahan:
- 500 gram Daging Kambing (pilih bagian has dalam atau paha supaya empuk).
- 1 sdt Garam Halus (secukupnya, disesuaikan selera).
- 1/2 sdt Merica Bubuk (lada hitam lebih disarankan).
- Tusuk Sate Bambu (diameter besar/tebal).
Cara Membuat:
- Potong daging kambing sesuai selera, namun pertahankan tebalnya (jangan dipipihkan). Pastikan berat per potongan sekitar 30-50 gram.
- Lumuri daging dengan campuran garam dan merica hingga rata. Diamkan selama 15-30 menit agar bumbu meresap.
- Tusuk daging menggunakan bambu tebal. Untuk 500 gram daging, biasanya menghasilkan sekitar 10-15 tusuk sate jumbo.
- Bakar di atas arang api dengan posisi agak jauh dari api (slow cooking) agar matang hingga ke dalam tanpa gosong.
- Sajikan selagi hangat dengan bawang merah goreng dan cabai rawit utuh.
Rekomendasi Tempat Makan
Berikut adalah beberapa "legenda" Sate Klatak yang terkenal di Bantul:
- Sate Klatak Pak Pari: Salah satu yang paling terkenal di Wonokromo. Kuah gulanya kental dan dagingnya sangat besar.
- Sate Klatak Pak Bari: Terletak tidak jauh dari Pak Pari, saingan berat dengan rasa yang hampir identik namun memiliki penggemar setia masing-masing.
- Sate Klatak Yetty: Pilihan lain bagi yang ingin mencoba variasi rasa di area sekitar Imogiri.
- Sate Klatak Mbok Darmi: Warisan asli, meskipun kini pengelolaanya sudah berpindah tangan, namun nama ini tetap melegenda.
Lokasi Pusat Kuliner
Kawasan Wonokromo dan Pleret di Bantul adalah pusat Sate Klatak.
Pertanyaan Umum
Penutup
Sate Klatak membuktikan bahwa kesederhanaan bisa menciptakan kelezatan yang luar biasa. Dengan hanya garam, merica, dan daging kambing berkualitas, kuliner ini berhasil menghipnotis lidah siapa saja yang mencobanya. Jangan lupa, jika memesan, satu porsi biasanya terdiri dari beberapa tusuk saja karena saking besarnya potongan dagingnya.