Kue Kipo Kotagede Tradisional
Jajanan Tradisional

Kipo Kotagede:
Jajanan Mungil Legendaris Isi Gula Merah

06 Februari 2026 5 menit baca 12.6K views
JK

Tim Jogja Kuliner

Jelajahi Kuliner

Kue Kipo Kotagede dengan isian gula merah

Kue kipo berwarna hijau berukuran mungil yang saat digigit menyemburkan gula merah cair

Kipo Kotagede adalah salah satu jajanan tradisional paling unik dan langka di Yogyakarta. Berbeda dengan bakpia atau gudeg yang sudah sangat komersial, kipo adalah "permata tersembunyi" yang biasanya hanya dicari oleh para penjelajah kuliner sejati. Kue berukuran seukuran kelereng ini memiliki penampilan yang sederhana, namun menyimpan kejutan manis yang luar biasa saat digigit.

Mengenal Kue Kipo

Dilihat-lihat, kue kipo menyerupai kue lendir atau kue jongkong berwarna hijau. Namun, ukurannya jauh lebih kecil, hanya sekitar 2-3 sentimeter. Teksturnya lembut, kenyal, dan sedikit basah karena dibuat dari adonan tepung ketan yang dicampur dengan santan. Warnanya yang hijau berasal dari ekstrak daun pandan atau suji yang alami.

Keajaiban kipo terletak pada isinya. Di dalam kue mungil ini terdapat gula merah cair yang manis legit. Saat digigit, gula merah tersebut akan menyembur dan bercampur dengan adonan ketan yang gurih. Sensasi manis-gurih inilah yang membuat siapa saja yang mencobanya pasti ingin ketagihan.

Asal Usul dan Sejarah

Kue kipo adalah kuliner yang sangat lekat dengan kawasan Kotagede, kota tua yang merupakan bekas ibu kota Kerajaan Mataram Islam. Konon, kipo sudah ada sejak masa kejayaan kerajaan dan sering disajikan sebagai hidangan istana. Resepnya kemudian tersebar ke masyarakat umum dan dijual di Pasar Kotagede hingga saat ini.

"Kata 'Kipo' berasal dari bahasa Jawa 'Njipo' yang berarti memeras atau mencubit jari. Hal ini merujuk pada proses pembuatannya."

Dalam proses pembuatannya, adonan ketan akan diperas atau dicubit menggunakan jari telunjuk dan ibu jari untuk membuat lekukan. Lekukan inilah yang kemudian diisi dengan gula merah cair yang sudah didinginkan, lalu ditutup kembali dan dikukus. Teknik tradisional ini masih dipertahankan hingga kini, membuat produksi kipo tidak bisa dilakukan secara massal dengan mesin.

Bahan Utama dan Cita Rasa

Kesederhanaan bahan membuat kipo memiliki rasa yang otentik dan tidak bisa ditiru:

Tempat Membeli Kipo di Jogja

Karena produksinya yang masih tradisional, kipo tidak dijual di sembarang tempat. Berikut lokasi-lokasi yang wajib Anda kunjungi:

  1. Pasar Kotagede: Ini adalah pusatnya kipo di Yogyakarta. Anda bisa menemukan beberapa penjual jajanan pasar di dalam kompleks pasar tradisional yang menjual kipo segar setiap pagi.
  2. Toko Oleh-Oleh di Sepanjang Jalan Kotagede: Beberapa toko oleh-oleh permanen di jalan utama Kotagede juga menjual kipo dengan kemasan kotak yang rapi dan tahan perjalanan jauh.
  3. Beringharjo: Pasar Beringharjo di kawasan Malioboro juga menyediakan kipo di lantai atas (bagian jajanan pasar), meski stoknya sangat terbatas dan biasanya habis sebelum siang.

Tips Menikmati Kipo

Untuk mendapatkan sensasi terbaik saat menyantap kipo, perhatikan tips berikut:

Rahasia Penyajian

Kipo paling nikmat disajikan dalam keadaan hangat. Jika sudah dingin, gula merah di dalamnya akan mengeras. Panaskan kembali dengan cara dikukus sebentar (jangan terlalu lama) agar gula merahnya mencair kembali.

  • Makan Selalu Hangat: Seperti yang disebutkan di atas, panaskan kipo terlebih dahulu sebelum dimakan untuk mendapatkan sensasi gula merah yang meletup di mulut.
  • Potong Dua Bagian: Jika ukuran kipo terlalu kecil untuk digigit langsung, potong dua bagian agar isinya tidak tumpah keluar saat digigit.
  • Sajikan dengan Teh Tubruk: Manisnya gula merah yang sangat legit sangat cocok dipadukan dengan teh tawar tubruk hangat atau kopi pahit.
  • Jangan Disimpan Terlalu Lama: Kipo adalah jajanan segar tanpa pengawet. Maksimal disimpan 2 hari di suhu ruang atau 4 hari di kulkas.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa itu Kipo Kotagede?

Kipo adalah jajanan tradisional khas Yogyakarta yang berasal dari kawasan Kotagede. Berukuran sangat kecil (seukuran kelereng), kue ini terbuat dari tepung ketan dan santan, berwarna hijau, dan berisi gula merah cair yang manis legit.

Mengapa disebut Kipo?

Kata 'Kipo' berasal dari bahasa Jawa 'Njipo' atau mengipo, yang berarti memeras atau mencubit jari. Hal ini merujuk pada proses pembuatan kue tersebut yang diperas dengan jari tangan untuk membentuk lekukan sebelum diisi gula merah.

Di mana tempat membeli Kipo paling terkenal di Jogja?

Tempat paling legendaris untuk membeli kipo adalah di Pasar Kotagede, khususnya di deretan toko jajanan pasar tradisional. Salah satu warung yang sangat terkenal adalah Kipo Pasar Kotagede.

Berapa lama daya tahan Kipo Kotagede?

Kue Kipo paling enak dimakan dalam keadaan hangat. Jika disimpan di suhu ruang, kipo bertahan sekitar 1-2 hari. Jika disimpan di kulkas bisa hingga 3-4 hari, namun harus dikukus terlebih dahulu sebelum dimakan agar gula merahnya mencair kembali.

Penutup

Kipo Kotagede adalah warisan kuliner yang membuktikan bahwa keindahan rasa tidak selalu datang dari ukuran yang besar. Dengan teknik membuat yang dipertahankan secara turun-temurun, kue mungil ini adalah saksi bisu kejayaan masa lalu Kotagede. Jika Anda berkunjung ke Yogyakarta, meluangkan waktu untuk mencari kipo adalah sebuah keharusan bagi pecinta kuliner otentik.

JK

Tim Jogja Kuliner

Menjelajahi keindahan wisata dan kelezatan kuliner di seluruh penjuru Yogyakarta.