Tempo Gelato adalah nama yang tidak asing di telinga pecinta dessert di Yogyakarta. Sebagai pelopor gelato artisan di kota ini, Tempo Gelato hadir bukan sekadar menjual es krim — tapi memperkenalkan sebuah budaya: bahwa frozen dessert bisa dibuat dengan standar tinggi, bahan-bahan terbaik, dan teknik yang menghormati tradisi Italia sambil memeluk kekayaan rasa Indonesia. Berlokasi di kawasan Prawirotaman, tempat ini telah menjadi "rumah kedua" bagi wisatawan domestik dan mancanegara yang mencari penutup makan sempurna setelah menjelajahi Yogyakarta.
Apa itu Tempo Gelato?
Tempo Gelato adalah gelateria (toko gelato) artisan yang berlokasi di Jl. Prawirotaman, Yogyakarta. Kata "gelateria" sendiri adalah bahasa Italia untuk "toko gelato" — dan Tempo Gelato menggunakan gelar ini dengan bangga karena mereka benar-benar membuat gelato dengan standar Italia, bukan sekadar es krim yang diberi nama Italia.
Gelato di Tempo dibuat fresh setiap hari di tempat (on-site production), bukan dibeli dari pabrik atau distributor. Bahan-bahan yang digunakan mencakup susu segar, krim, gula, dan bahan rasa asli — bukan perisa sintetis. Pistachio-nya menggunakan kacang pistachio impor dari Italia, stroberinya dari dataran tinggi, dan gula arennya langsung dari produsen di Bantul.
Satu hal yang membedakan Tempo Gelato dari hampir semua tempat lain di Yogyakarta adalah konsep rasa lokal dalam wujud gelato internasional. Anda bisa menemukan gelato rasa Gula Aren, Kelapa Muda, Jahe, Pandan, Klepon, hingga Cokelat Cabai — semua dibuat dengan teknik gelato Italia yang menghasilkan tekstur lembut, padat, dan intens rasanya.
Sejarah Tempo Gelato di Prawirotaman
Kawasan Prawirotaman adalah salah satu area paling bersejarah dalam peta kuliner Yogyakarta. Dikenal sebagai "backpacker street" sejak era 1990-an, jalan ini dipenuhi homestay, guest house, restoran internasional, dan cafe. Atmosfernya berbeda dari Malioboro yang cenderung komersial — Prawirotaman lebih santai, bohemian, dan menyambut semua kalangan.
2014: Sebuah Ide Sederhana
Tempo Gelato didirikan pada tahun 2014 oleh sekelompok pengusaha muda yang terinspirasi oleh gelato-gelato artisan yang mereka temui saat bepergian ke Italia dan Australia. Saat itu, Yogyakarta sudah punya banyak kedai es krim — tapi semuanya menggunakan produk industri (soft serve, es krim batangan, atau mix powder). Belum ada yang benar-benar membuat gelato dari nol dengan mesin dan teknik yang tepat.
Nama "Tempo" dipilih bukan tanpa alasan. Dalam bahasa Italia, "tempo" berarti "waktu" — sebuah pengingat bahwa gelato terbaik dinikmati dalam tempo yang tepat: tidak terlalu cepat (supaya Anda benar-benar merasakan setiap lapisan rasa), dan tidak terlalu lambat (karena gelato punya "umur" terbaik sebelum teksturnya berubah).
2015-2018: Membangun Reputasi
Tahun-tahun pertama adalah masa pembuktian. Tempo Gelato harus meyakinkan masyarakat Yogyakarta bahwa gelato berbeda dari es krim — dan bahwa membayar lebih mahal untuk gelato artisan adalah investasi yang worth it. Strategi mereka efektif: menyediakan free tasting untuk setiap pengunjung pertama kali. Satu sendok kecil gelato Pistachio atau Stracciatella seringkali cukup untuk mengubah skeptis menjadi pelanggan tetap.
"Pertama kali dengar gelato mahal, saya pikir 'ini kan cuma es krim, apa bedanya?' Tapi pas dicicipin Pistachio-nya... wow, ini lain. Teksturnya beda, rasanya beda, kayak bukan es krim yang saya kenal selama ini. Sekarang setiap ke Jogja, wajib mampir sini."
2019-Sekarang: Menjadi Ikon Dessert Jogja
Memasuki era 2020-an, Tempo Gelato sudah mapan sebagai destinasi dessert wajib di Yogyakarta. Review-review positif di Google Maps, TripAdvisor, dan media sosial membuatnya semakin dikenal. Mereka juga mulai merilis rasa-rasa yang semakin berani: dari Gula Aren yang menjadi best-seller hingga kolaborasi dengan produsen lokal untuk rasa-rasa limited edition.
Kenapa Prawirotaman?
Pemilihan lokasi di Prawirotaman bukan kebetulan. Kawasan ini sudah dikenal sebagai area wisatawan internasional sehingga target market yang mengerti tentang "gelato" sudah ada. Selain itu, Prawirotaman berdekatan dengan Malioboro (5 menit), Keraton (10 menit), dan kawasan selatan Jogja, menjadikannya mudah dijangkau dari berbagai titik wisata.
Gelato vs Es Krim: Apa Bedanya?
Banyak orang menggunakan istilah "gelato" dan "es krim" secara bergantian, padahal keduanya sangat berbeda dalam hal komposisi, proses pembuatan, dan pengalaman menyantap. Memahami perbedaan ini akan membuat Anda lebih menghargai apa yang Tempo Gelato sajikan.
| Aspek | Gelato | Es Krim (Ice Cream) |
|---|---|---|
| Kandungan Lemak | 4-8% | 10-18% |
| Kandungan Udara (Overrun) | 20-30% (lebih padat) | 50-100% (lebih ringan) |
| Suhu Penyajian | -12°C s/d -14°C | -18°C s/d -22°C |
| Teknik Churning | Slow churning (lambat) | Fast churning (cepat) |
| Tekstur | Lembut, padat, elastis | Fluffy, ringan, keras |
| Intensitas Rasa | Sangat intens | Sedang |
| Bahan Dasar | Susu > krim | Krim > susu |
Karena kandungan lemak dan udara yang lebih rendah, gelato memiliki tekstur yang lebih padat dan lembut — bukan fluffy seperti es krim. Kandungan udara yang sedikit juga membuat rasa bahan-bahannya lebih terasa kuat dan "nyata". Itulah kenapa satu scoop gelato Pistachio di Tempo terasa begitu berbeda dari es krim rasa pistachio di supermarket — karena Anda benar-benar mencicipi kacang pistachio, bukan "perisa pistachio yang dilarutkan dalam es".
Proses Pembuatan Gelato di Tempo
Tempo Gelato tidak membeli gelato dalam bentuk curah atau frozen — semua gelato dibuat dari nol setiap hari di dapur produksi mereka. Prosesnya mengikuti standar gelato artisan Italia dengan penyesuaian untuk bahan-bahan lokal.
1. Persiapan Base
Susu segar, krim, gula, dan stabilisator alami (seperti guar gum atau locust bean gum) dipanaskan bersama hingga mencapai suhu pasteurisasi (sekitar 85°C). Proses ini memastikan keamanan pangan sekaligus mengembangkan rasa bahan-bahan dasar.
2. Penambahan Rasa
Setelah base matang, ditambahkan bahan rasa sesuai varian. Untuk rasa cokelat, cokelat berkualitas tinggi dilelehkan dan dicampur. Untuk rasa buah, puree buah segar diinfuskan. Untuk rasa Gula Aren, gula aren cair ditambahkan saat base masih hangat agar merata.
3. Aging (Peragian)
Adonan didinginkan lalu disimpan dalam suhu refrigerasi selama 4-12 jam. Proses aging ini memungkinkan molekul-molekul lemak dan air terikat dengan lebih baik, menghasilkan tekstur gelato yang lebih halus dan mulus.
4. Slow Churning
Adonan dimasukkan ke mesin gelato (batch freezer) dan di-churn (dikocok) dengan kecepatan lambat selama 20-30 menit. Kecepatan lambat ini sengaja agar jumlah udara yang masuk minimal (overrun rendah), menghasilkan gelato yang padat, bukan fluffy.
5. Blast Freezing
Gelato yang sudah jadi langsung dipindahkan ke display case dengan suhu -12°C s/d -14°C. Di suhu ini, gelato tetap lembut dan bisa discoop dengan mudah, tapi cukup dingin untuk mempertahankan bentuk dan tekstur.
6. Fresh Setiap Hari
Gelato yang tidak habis dalam sehari tidak disimpan untuk besok. Kualitas gelato menurun drastis setelah 24 jam karena kristal es mulai terbentuk dan tekstur berubah. Tempo Gelato membuang sisa produksi setiap malam dan membuat batch baru keesokan paginya.
Varian Rasa Favorit di Tempo Gelato
Tempo Gelato biasanya memiliki 20-30 varian rasa yang tersedia di display case pada saat yang sama. Rasa-rasa ini berputar (rotating menu) — beberapa rasa selalu tersedia setiap hari, sementara yang lain berganti secara berkala. Berikut adalah rasa-rasa yang paling populer dan direkomendasikan.

Stracciatella
Rasa paling ikonik dalam dunia gelato. Base vanilla lembut dengan serpihan cokelat hitam yang renyah di setiap gigitan. Di Tempo, Stracciatella dibuat dengan cokelat berkualitas tinggi yang dituangkan tipis-tipis saat proses churning, menghasilkan serpihan yang sempurna — tidak terlalu besar, tidak terlalu halus.

Pistachio
Gelato Pistachio adalah "benchmark" kualitas sebuah gelateria. Tempo menggunakan pistachio impor dari Italia yang menghasilkan warna hijau alami (bukan hijau pencitraan) dan rasa kacang yang sangat intens, sedikit manis, dengan aftertaste gurih yang khas. Jika sebuah gelateria bisa membuat Pistachio yang baik, biasanya rasa lainnya juga bagus.

Gula Aren
Ini adalah rasa "kebanggaan" Tempo Gelato — pembuktian bahwa bahan lokal Indonesia bisa bersinar dalam wujud gelato internasional. Gula aren dari Bantul memberikan rasa manis yang kompleks, dengan notes karamel, toffee, dan sedikit smoky. Tekstur gelatonya sedikit lebih creamy dari varian lain karena kandungan molases dalam gula aren.

Kelapa Muda
Rasa yang paling "Jogja" dari semua varian. Daging kelapa muda segar diblended dan diinfuskan ke dalam base gelato, menghasilkan rasa kelapa yang alami dan menyegarkan. Ada sedikit potongan daging kelapa muda yang memberikan tekstur menarik. Sangat cocok disantap setelah makan pedas atau saat cuaca panas.
Rasa-Rasa Lain yang Tersedia
Tiramisu
Kopi, mascarpone, cocoa
Matcha
Teh hijau Jepang premium
Salted Caramel
Manis-asin creamy
Klepon
Pandan, gula kelapa, kelapa
Mangga
Buah mangga segar lokal
Cokelat Cabai
Cokelat + cabai rawit pedas
Rose
Ekstrak mawar aromatik
Lavender
Bunga lavender calming
Jahe
Jahe segar, hangat, pedas
Lokasi & Harga Tempo Gelato
Tempo Gelato Prawirotaman
Lokasi UtamaJl. Prawirotaman No. 24, Mergangsan, Yogyakarta. Lokasi utama dan satu-satunya saat ini. Berada di jalan utama Prawirotaman, mudah ditemukan karena signage yang jelas. Interior bergaya Italia modern dengan nuansa hangat, dilengkapi area duduk indoor dan outdoor.
Rp 18.000 - 48.000 | Buka 10.00 - 22.00 WIB | Free tasting tersedia
Ukuran & Harga
Smallest
1 rasa pilihan
Rp 18.000Small
2 rasa pilihan
Rp 28.000Medium
3 rasa pilihan
Rp 38.000Large
4 rasa pilihan
Rp 48.000Cara Menuju Tempo Gelato
- Kendaraan Pribadi — Dari Malioboro sekitar 5-7 menit. Dari UGM sekitar 10 menit. Dari Bandara Adisucipto sekitar 20 menit. GPS ketik "Tempo Gelato Prawirotaman".
- Trans Jogja — Naik koridor 1A atau 1B, turun di halte Prawirotaman. Tempo Gelato sekitar 100 meter dari halte.
- Ojek Online — Pesan Gojek/Grab ke "Tempo Gelato". Lokasinya sangat terkenal, semua driver pasti tahu.
- Jalan Kaki — Dari Malioboro bisa jalan kaki sekitar 15-20 menit melewati jalan-jalan kecil yang menarik. Dari Keraton sekitar 15 menit.
Tempo Gelato vs Frozen Dessert Jogja Lainnya
| Aspek | Tempo Gelato | Gelato Bello | Soft Serve Biasa |
|---|---|---|---|
| Tipe Produk | Gelato artisan | Gelato artisan | Soft serve industri |
| Produksi | Fresh setiap hari | Fresh setiap hari | Dari mix powder |
| Jumlah Rasa | 20-30 rasa | 15-20 rasa | 3-5 rasa |
| Rasa Lokal | Sangat kuat | Ada | Tidak ada |
| Free Tasting | Tersedia | Tersedia | Tidak |
| Harga per porsi | Rp 18.000 - 48.000 | Rp 15.000 - 40.000 | Rp 8.000 - 15.000 |
Tips Berkunjung ke Tempo Gelato
Manfaatkan Free Tasting
Tempo Gelato menyediakan free tasting — manfaatkan sepuasnya sebelum memutuskan rasa. Ini bukan "pelit", tapi cara tepat untuk menemukan rasa yang benar-benar Anda sukai tanpa kecewa. Coba 3-4 rasa sebelum memesan.
Pilih Ukuran Small (2 Rasa)
Untuk pertama kali, ukuran Small dengan 2 rasa adalah pilihan paling ideal. Satu rasa "aman" (Stracciatella atau Tiramisu) dan satu rasa "berani" (Gula Aren atau Cokelat Cabai). Ukuran Medium atau Large bisa terlalu banyak untuk satu orang.
Pilih Cone, Bukan Cup
Cone wafel di Tempo dibuat sendiri dan memiliki aroma buttery yang enak. Makan gelato dari cone memberikan pengalaman yang lebih otentik dibanding cup plastik. Plus, cone-nya bisa dimakan habis — tidak ada sampah.
Datang Sore Hari
Sore hari (15.00-17.00) adalah waktu terbaik karena relatif sepi, semua rasa masih tersedia, dan gelato yang baru diproduksi siang hari sudah "set" sempurna. Hindari malam weekend karena bisa sangat ramai.
Coba Rasa Unik Dulu
Jangan langsung pesan Stracciatella atau Pistachio — rasa-rasa ini bisa Anda temukan di gelateria mana pun di dunia. Coba dulu rasa lokal khas Tempo: Gula Aren, Kelapa Muda, Klepon, atau Jahe. Ini pengalaman yang tidak bisa didapat di tempat lain.
Ajak Teman, Bagi Rasa
Pesan ukuran Medium atau Large lalu bagi dengan teman. Dengan cara ini Anda bisa mencoba 3-4 rasa dengan harga lebih efisien. Tempo Gelato sangat cocok sebagai tempat nongkrong santai setelah makan malam di Prawirotaman.
Pertanyaan Umum tentang Tempo Gelato
Penutup
Tempo Gelato membuktikan sesuatu yang penting tentang kuliner Yogyakarta: kota ini bukan hanya soal gudeg, bakpia, dan sate — tapi juga mampu menyerap dan mereproduksi tradisi kuliner dunia dengan standar yang membanggakan. Gelato Italia yang dibuat dengan bahan-bahan dari Bantul, Sleman, dan Kulonprogo, lalu disajikan di sebuah rumah tua di Prawirotaman — ini adalah cerita tentang bagaimana budaya lokal dan global bisa berkolaborasi tanpa saling meniadakan. Setiap scoop gelato Gula Aren yang Anda santap di Tempo bukan sekadar dessert — ini adalah pernyataan bahwa Yogyakarta terus berkembang, terus bereksperimen, dan terus membuktikan dirinya sebagai kota kuliner yang tidak pernah berhenti mengejutkan.


