Bakpia Kukus Yogyakarta
Oleh-Oleh Legendaris Jogja

Bakpia Kukus:
Lembut, Hangat, Ikonik

12 Februari 2025 10 menit baca 24.3K views
JK

Tim Jogja Kuliner

Penulis Kuliner

Bakpia Kukus Yogyakarta dengan kulit lembut dan berbagai varian rasa isi

Bakpia Kukus dengan kulit lembut tipis dan isian kacang hijau, cokelat, keju, serta durian

Bakpia Kukus adalah varian bakpia Yogyakarta yang menawarkan pengalaman kuliner berbeda dari bakpia panggang konvensional. Dengan kulit yang lebih lembut, tipis, dan sedikit basah, bakpia kukus memberikan sensasi makan yang lebih "nyata" — isian kacang hijau, cokelat, atau keju terasa lebih meleleh dan dominan di lidah. Sebagai salah satu oleh-oleh paling dicari wisatawan, bakpia kukus telah menjadi simbol kekayaan kuliner Yogyakarta selama puluhan tahun.

Apa itu Bakpia Kukus?

Bakpia Kukus adalah kue pipih bulat tradisional khas Yogyakarta yang proses pematangannya dilakukan dengan cara dikukus, bukan dipanggang di oven. Bakpia terdiri dari dua komponen utama: kulit (dari adonan tepung terigu, margarin, dan air) dan isian (biasanya kacang hijau tumbuk, cokelat, keju, atau durian).

Perbedaan mendasar dengan bakpia panggang terletak pada tekstur kulit. Bakpia kukus memiliki kulit yang sangat lembut, tipis transparan, dan sedikit lengket. Ketika digigit, kulitnya langsung "menyerah" dan isian yang lembut langsung terasa. Berbeda dengan bakpia panggang yang kulitnya lebih kering, bertekstur berlapis, dan perlu sedikit tenaga untuk menggigitnya.

Satu kotak bakpia kukus biasanya berisi 10 biji, dibungkus kertas khusus yang memungkinkan uap panas keluar saat masih hangat. Bakpia kukus paling nikmat dimakan dalam keadaan hangat atau baru dikeluarkan dari kukusan, karena pada suhu inilah tekstur dan aroma isian mencapai puncaknya.

Sejarah Bakpia di Yogyakarta

Bakpia bukanlah makanan asli Indonesia. Ceritanya dimulai dari perjalanan panjang budaya Tionghoa yang kemudian berakulturasi dengan budaya Jawa.

Akar dari Tiongkok

Bakpia berasal dari kue tradisional Tionghoa yang disebut "Tou Luk Pa" atau "Hopia". Kue ini dibawa oleh para pendatang Tionghoa ke Nusantara pada masa perdagangan maritim. Di berbagai daerah, kue ini berkembang menjadi varian lokal dengan nama dan rasa yang berbeda-beda — di Semarang dikenal sebagai "Kue Pia", di Surabaya disebut "Hopia", dan di Yogyakarta menjadi "Bakpia".

Berkembang di Pathuk, Yogyakarta

Di Yogyakarta, bakpia mulai diproduksi secara masif di kawasan Jl. Pathuk, yang hingga saat ini dikenal sebagai "kampung bakpia". Pada awalnya, bakpia yang diproduksi di sini adalah bakpia panggang dengan isian kacang hijau tunggal. Seiring waktu, para pengusaha bakpia mulai bereksperimen dengan proses pengukusan untuk menciptakan varian baru yang lebih lembut.

Lahirnya Bakpia Kukus

Bakpia kukus lahir dari inovasi para pengusaha bakpia Pathuk yang ingin menawarkan sesuatu yang berbeda. Mereka menyadari bahwa banyak konsumen, terutama dari generasi muda, lebih menyukai tekstur makanan yang lembut dan lembap dibandingkan kering dan renyah. Dengan mengubah proses panggang menjadi kukus, terciptalah produk baru yang ternyata disambut sangat antusias oleh pasar.

"Waktu pertama kali coba bakpia kukus, saya kira ini kue lain, bukan bakpia. Kulitnya lembut banget, isian kacang hijaunya kayak leleh di mulut. Sekarang kalau ke Jogja, yang dicari cuma bakpia kukus."

Fakta Sejarah

Kawasan Pathuk sendiri sudah menjadi pusat produksi bakpia sejak era 1960-an. Awalnya hanya ada 3-4 produsen, kini puluhan merek bakpia berjejer di sepanjang jalan ini, masing-masing dengan resep dan keunikan tersendiri.

Bakpia Kukus vs Bakpia Panggang

Ini adalah pertanyaan paling sering ditanyakan oleh wisatawan yang pertama kali ke Yogyakarta. Berikut perbandingan detail kedua jenis bakpia:

Tekstur Kulit

Kukus: Lembut, tipis, sedikit basah dan lengket. Mudah robek saat digigit.
Panggang: Kering, renyah, berlapis. Perlu tenaga lebih untuk menggigit.

Tekstur Isian

Kukus: Lebih lembut dan basah, terasa meleleh. Aroma lebih kuat karena uap panas.
Panggang: Lebih padat dan kering, tekstur agak berbutir.

Cara Menyajikan

Kukus: Harus hangat. Dikukus ulang sebentar jika sudah dingin.
Panggang: Bisa dimakan dingin. Tahan lebih lama tanpa perlu dipanaskan.

Daya Tahan

Kukus: 2-3 hari suhu ruang, 7 hari kulkas. Lebih cepat basi.
Panggang: 5-7 hari suhu ruang, 14 hari kulkas. Lebih awet.

Varian Rasa Bakpia Kukus

Bakpia kukus tersedia dalam berbagai varian rasa. Berikut yang paling populer:

Bakpia Kukus rasa kacang hijau original
Klasik Best Seller

Rasa Kacang Hijau

Rasa original dan paling otentik. Isian kacang hijau yang sudah ditumbuk halus, dicampur gula pasir dan sedikit garam, menghasilkan rasa manis gurih yang khas. Ini adalah rasa wajib dicoba untuk pertama kali.

Isian: kacang hijau tumbuk, gula pasir, margarin, garam

Bakpia Kukus rasa cokelat leleh
Favorit Anak Muda

Rasa Cokelat

Isian cokelat yang lembut dan sedikit lumer saat bakpia masih hangat. Menggunakan cokelat berkualitas yang tidak terlalu manis. Pilihan paling populer setelah kacang hijau, terutama di kalangan anak muda dan anak-anak.

Isian: cokelat compound, margarin, gula halus

Bakpia Kukus rasa keju gurih
Gurih

Rasa Keju

Perpaduan keju yang gurih dengan kulit bakpia yang lembut menciptakan kontras rasa yang menarik. Isian keju meleleh sempurna saat dikukus. Pilihan tepat untuk yang tidak terlalu suka manis.

Isian: keju cheddar parut, margarin, susu bubuk

Bakpia Kukus rasa durian premium
Premium Musiman

Rasa Durian

Varian premium yang hanya tersedia saat musim durian (sekitar Desember-Maret). Isian daging durian asli yang aromanya sangat kuat. Harganya sedikit lebih mahal dari varian lain, tapi pengalaman rasanya sangat berbeda.

Isian: daging durian asli, gula pasir, sedikit tepung

Bakpia Kukus rasa ubi ungu
Unik

Rasa Ubi Ungu

Varian yang lebih baru dengan isian ubi ungu yang memberikan warna ungu alami pada isian. Rasanya manis alami dengan sedikit tekstur serat ubi. Pilihan menarik untuk yang ingin mencoba sesuatu yang berbeda.

Isian: ubi ungu kukus, gula pasir, santan sedikit

Lokasi & Harga Bakpia Kukus

Kawasan Pathuk di Yogyakarta adalah pusat produksi dan penjualan bakpia. Berikut informasi toko-toko bakpia kukus terkenal:

Bakpia Kukus Tugu

Terpopuler

Jl. Pathuk No. 20-22, Yogyakarta. Merek paling dikenal dengan antrian yang selalu panjang. Bakpia dikukus langsung di tempat sehingga selalu dalam kondisi hangat.

Rp 35.000 - 45.000 per kotak (10 biji) | Buka 07.00 - 21.00 WIB

Bakpia Kukus 75

Jl. Pathuk Sekulo, Yogyakarta. Merek legendaris yang sudah ada sejak lama. Dikenal dengan isian yang sangat banyak dan porsi yang jujur.

Rp 30.000 - 40.000 per kotak (10 biji) | Buka 08.00 - 20.00 WIB

Bakpia Kukus Sriwijaya

Jl. Pathuk No. 28, Yogyakarta. Menawarkan varian rasa lebih lengkap termasuk rasa unik seperti pandan dan blackforest. Kemasan lebih modern.

Rp 35.000 - 45.000 per kotak (10 biji) | Buka 07.30 - 21.00 WIB

Bakpia Kukus Djava

Jl. Pathuk, Yogyakarta. Merek yang lebih baru namun kualitasnya sudah diakui. Harga sedikit lebih terjangkau, cocok untuk beli partai besar sebagai oleh-oleh.

Rp 28.000 - 38.000 per kotak (10 biji) | Buka 08.00 - 20.00 WIB

Tips Membeli di Pathuk

Kawasan Pathuk sangat padat, terutama pada weekend dan musim liburan. Parkir sangat terbatas. Saran: gunakan ojek online untuk antar-jemput, atau parkir di area Malioboro dan jalan kaki ke Pathuk (sekitar 10 menit). Beli langsung di toko produksi untuk mendapat bakpia yang benar-benar baru dikukus.

Perbandingan Merek Bakpia Kukus

Aspek Kukus Tugu Kukus 75 Kukus Djava
Harga (10 biji)Rp 35.000 - 45.000Rp 30.000 - 40.000Rp 28.000 - 38.000
Varian Rasa5 rasa4 rasa6 rasa
Ukuran IsianSedangBanyak (jujur)Sedang
AntrianPanjangSedangRelatif singkat
KemasanKertas tradisionalKertas tradisionalBox modern
Kukus di TempatYaYaYa

Tips Memilih & Menyimpan Bakpia Kukus

Beli yang Baru Dikukus

Bakpia kukus paling enak saat baru keluar dari kukusan. Kunjungi toko produksi langsung, bukan reseller, agar mendapat bakpia yang benar-benar fresh dari kukusan.

Perhatikan Kulitnya

Bakpia kukus berkualitas memiliki kulit yang tidak terlalu tebal, tidak kering, dan tidak retak-retak. Kulit yang terlalu tebal menandakan produsen menggunakan terlalu banyak adonan kulit.

Cek Isian dari Bagian Pinggir

Bakpia kukus yang baik memiliki isian yang merata hingga ke pinggir. Jika pinggirnya kosong (hanya kulit), berarti isian terlalu sedikit. Tekan perlahan untuk merasakan isi dari luar.

Simpan di Kulkas jika Lebih 1 Hari

Bakpia kukus hanya tahan 2-3 hari di suhu ruang. Untuk perjalanan jauh, masukkan ke kulkas segera setelah tiba di tujuan. Bungkus rapat agar tidak menyerap bau makanan lain.

Kukus Ulang Sebelum Makan

Jika bakpia sudah dingin atau disimpan di kulkas, kukus ulang 3-5 menit untuk mengembalikan tekstur lembutnya. Jangan microwave karena kulit akan menjadi keras dan tidak enak.

Beli Partai Besar Lebih Murah

Jika membeli untuk oleh-oleh banyak, tanyakan harga grosir. Biasanya diskon 10-20% untuk pembelian 10 kotak atau lebih. Beberapa toko juga menyediakan kemasan kardus khusus untuk mudah dibawa pesawat.

Pertanyaan Umum tentang Bakpia Kukus

Penutup

Bakpia Kukus adalah contoh sempurna bagaimana kuliner tradisional bisa terus berevolusi tanpa kehilangan esensinya. Dari kue Hopia Tionghoa yang dipanggang kering, bertransformasi menjadi bakpia kukus yang lembut dan meleleh — tetap menggunakan bahan-bahan yang sama, tetapi memberikan pengalaman makan yang sama sekali berbeda. Inilah keajaiban kuliner Nusantara: kemampuan untuk beradaptasi tanpa kehilangan jati diri. Jika berkunjung ke Yogyakarta, jangan hanya membeli bakpia sebagai oleh-oleh formalitas. Duduklah di toko bakpia Pathuk, pesan satu kotak bakpia kukus hangat, dan nikmati setiap gigitan sambil mengamati aktivitas pengukusan di belakang toko. Pengalaman sederhana ini jauh lebih berkesan daripada sekadar membawa pulang kotak bakpia yang sudah dingin.

JK

Tim Jogja Kuliner

Tim penulis yang fokus pada kuliner dan budaya Yogyakarta. Setiap kali ke Pathuk, pasti pulang dengan minimal 3 kotak bakpia kukus.

Komentar

0

Silakan login dengan akun Google untuk memberikan komentar