Bakmi Pele Yogyakarta
Legendaris dari Kawasan Pugeran

Bakmi Pele:
Kenyal, Gurih, Ikonik

15 Februari 2025 10 menit baca 18.3K views
JK

Tim Jogja Kuliner

Penulis Kuliner

Bakmi Pele dengan mie telur kenyal beraroma, ayam suwir, sawi hijau, dan kuah kaldu ayam kampung

Bakmi Pele dengan mie telur kenyal beraroma, ayam suwir kampung, sawi hijau segar, dan kuah kaldu yang dalam — racikan legendaris dari Pugeran

Bakmi Pele adalah salah satu ikon kuliner mie tertua dan paling dicintai di Yogyakarta. Berasal dari kawasan Pugeran di Mantrijeron, warung ini telah melayani pelanggan sejak era 1970-an dengan cita rasa yang tetap konsisten dari masa ke masa. Keunggulan Bakmi Pele terletak pada tiga pilar yang sulit ditiru: mie telur segar yang kenyal beraroma, bumbu racikan berbasis petis dan kecap yang menghasilkan profil rasa umami kompleks, serta kuah kaldu ayam kampung yang direbus berjam-jam hingga menghasilkan kedalaman rasa yang luar biasa.

Apa itu Bakmi Pele?

Bakmi Pele adalah hidangan bakmi Jawa khas Yogyakarta yang berasal dari kawasan Pugeran, Kecamatan Mantrijeron. Berbeda dengan bakmi goreng kekinian atau bakmi instan, Bakmi Pele menyajikan mie yang dimasak dengan teknik tertentu sehingga menghasilkan tekstur kenyal (al dente) yang tidak mudah putus dan aroma telur yang kuat.

Ciri paling mencolok dari Bakmi Pele adalah penggunaan petis dalam bumbu racikannya. Petis — pasta udang fermentasi yang biasa dikenal dalam kuliner Sidoarjo — dipadukan dengan kecap manis kualitas tinggi dan bawang goreng renyah untuk menciptakan profil rasa gurih-manis-umami yang tidak ditemukan di warung mie manapun di Yogyakarta.

Satu porsi Bakmi Pele biasanya terdiri dari mi kuning kenyal, potongan ayam kampung suwir, sawi hijau yang masih segar renyah, bawang goreng melimpah, dan kuah kaldu ayam yang bisa ditambahkan sesuai selera. Beberapa pelanggan memilih untuk makan tanpa kuah (mie "kering") dengan bumbu yang lebih kental, sementara yang lain menyukai versi berkuah yang lebih ringan.

Sejarah dari Kawasan Pugeran

Kawasan Pugeran sendiri memiliki sejarah panjang sebagai salah satu area kuliner tradisional di Yogyakarta. Terletak di sebelah selatan Keraton Yogyakarta, Pugeran sejak dahulu dikenal sebagai tempat berkumpulnya pedagang makanan dan menjadi salah satu pusat kuliner rakyat yang terus bertahan hingga era modern.

Awal Mula: Gerobak di Pinggir Jalan

Bakmi Pele bermula dari sebuah gerobak dorong sederhana di pinggir jalan kawasan Pugeran pada era 1970-an. Pendirinya, yang dipanggil "Pak Pele" oleh warga sekitar, mulai berjualan mie ayam dengan resep turun-temurun dari keluarganya. Nama "Pele" sendiri berasal dari nama panggilan Jawa yang melekat pada dirinya.

Resep awalnya sangat sederhana — mie telur yang dibuat sendiri, ayam kampung yang dimasak dengan bumbu dasar Jawa, dan kuah kaldu dari rebusan tulang ayam. Namun karena kualitas rasa yang konsisten dan porsi yang jujur, gerobak Pak Pele mulai mendapat reputasi dan pelanggan semakin banyak dari hari ke hari.

Berkembang Menjadi Warung Legendaris

Pada era 1980-an, Bakmi Pele sudah memiliki tempat tetap berupa warung semi-permanen. Pelanggan setianya bukan hanya warga Pugeran, melainkan juga orang-orang dari seluruh penjuru Yogyakarta yang sengaja datang hanya untuk menyantap mi ini. Para mahasiswa UGM, pekerja kantoran di area Malioboro, hingga keluarga keraton dikabarkan menjadi pelanggan tetap.

"Dulu waktu masih SD, ibu sering ajak ke Bakmi Pele setiap Minggu pagi. Waktu itu harganya masih ratusan rupiah. Sekarang mah sudah ribuan, tapi rasa dan porsinya tetap sama. Itulah yang membuat saya selalu kembali."

Era Generasi Kedua

Setelah Pak Pele tutup usia, usaha ini diteruskan oleh anak-anaknya yang dengan setia mempertahankan resep dan standar kualitas yang sama. Hingga kini, Bakmi Pele sudah memasuki generasi kedua dan tetap menjadi salah satu destinasi kuliner wajib bagi siapa saja yang berkunjung ke Yogyakarta. Menariknya, warung ini menolak berkali-kali tawaran untuk membuka cabang atau waralaba karena ingin menjaga kualitas dan konsistensi rasa.

Pugeran: Surga Kuliner Tersembunyi

Kawasan Pugeran bukan hanya rumah Bakmi Pele. Area ini juga dikenal dengan berbagai kuliner tradisional lainnya seperti angkringan legendaris, wedang ronde, dan jajanan pasar. Kedekatan dengan Keraton Yogyakarta menjadikan Pugeran sebagai area yang kaya akan sejarah kuliner. Banyak wisatawan kuliner yang menjadikan Pugeran sebagai "base camp" untuk menjelajahi kuliner selatan Yogyakarta.

Rahasia Bumbu & Keunikan Mie

Keunggulan Bakmi Pele bukan pada satu bahan tunggal, melainkan pada kombinasi mie berkualitas, bumbu racikan, dan kuah kaldu yang semuanya harus tepat dan saling mendukung.

Mie Telur Segar

Mie yang digunakan bukan mie pabrik biasa. Mie telur segar dibuat khusus oleh pemasok langganan setiap hari. Teksturnya kenyal (al dente), tidak mudah putus saat diaduk, dan memiliki aroma telur yang khas saat disajikan panas-panas. Warna kuningnya alami dari telur, bukan pewarna.

Petis Rahasia

Petis yang digunakan bukan petis sembarangan. Dipilih dari petis udang berkualitas tinggi dengan kekentalan dan aroma tertentu. Petis inilah yang memberikan dimensi rasa umami mendalam yang menjadi "tanda tangan" Bakmi Pele dan tidak ditemukan di warung mie lainnya.

Kecap Manis Premium

Kecap manis yang digunakan bukan kecap merek umum. Menggunakan kecap manis dari pabrik kecil dengan kandungan gula aren asli yang tinggi. Ini memberikan warna cokelat keemasan yang cantik dan rasa manis yang tidak "nendang" berlebihan.

Kaldu Ayam 6 Jam

Kuah kaldu bukan sekadar air rebusan. Tulang ayam kampung direbus selama minimal 6 jam dengan tambahan rempah rahasia. Hasilnya adalah kuah berwarna kecokelatan jernih dengan rasa gurih yang sangat dalam dan menyegarkan tanpa MSG berlebihan.

Ayam Kampung Suwir

Ayam kampung asli yang dimasak dengan bumbu kuning lalu disuwir. Daging ayam kampung lebih firm dan gurih dibanding ayam negeri. Proses memasaknya tepat sehingga daging tidak kering tapi juga tidak terlalu lembek.

Bawang Goreng Melimpah

Bawang goreng ditaburkan sangat banyak di atas mie — bukan sekadar hiasan. Bawang goreng ini dibuat sendiri setiap hari dari bawang merah pilihan yang digoreng hingga keemasan sempurna. Menambah dimensi renyah dan aroma yang memanjakan.

Lokasi & Jam Operasional Bakmi Pele

Bakmi Pele (Lokasi Utama)

Satu-satunya

Jl. Pugeran, MG I/882, Mantrijeron, Kota Yogyakarta, DIY 55131. Kawasan Pugeran yang dikenal sebagai surga kuliner tradisional selatan Yogyakarta. Warung berada di area yang mudah dikenali karena selalu ramai pelanggan.

Rp 15.000 - 25.000 | Senin-Sabtu 07.00-21.00, Minggu 07.00-15.00 | Parkir motor & mobil

Cara Menuju Bakmi Pele

  • Kendaraan Pribadi — Dari Malioboro sekitar 10-15 menit. Dari UGM sekitar 8 menit. Gunakan Google Maps ketik "Bakmi Pele Pugeran".
  • Trans Jogja — Naik koridor yang melewati area Mantrijeron, turun di halte terdekat lalu jalan kaki sekitar 200 meter.
  • Ojek Online — Pesan Gojek/Grab ke "Bakmi Pele Pugeran". Hampir semua driver Jogja mengetahui lokasinya karena sudah sangat terkenal.
  • Dari Keraton Yogyakarta — Hanya sekitar 5 menit berkendara ke arah selatan. Banyak wisatawan yang menggabungkan kunjungan Keraton dengan makan di Bakmi Pele.

Bakmi Pele vs Bakmi Jogja Lainnya

Aspek Bakmi Pele Bakmi Kopyok Bakmi Godog
Ciri KhasBumbu petis & kecapKuah tauco beningMi rebus kuah santan
Jenis MieMie telur kuning kenyalMie putih keritingMie telur kuning lembek
Bumbu DominanPetis, kecap, bawang gorengTauco, petis kuahBumbu godog, santan
KuahKaldu ayam (opsional)Kuah tauco (wajib)Kuah santan (wajib)
Topping AyamAyam suwir kampungTidak adaAyam suwir
Tekstur MiKenyal al denteLunak keritingLunak lembek
Harga per porsiRp 15.000 - 22.000Rp 10.000 - 15.000Rp 12.000 - 18.000

Tips Makan di Bakmi Pele

Datang Pagi Hari

Hindari jam makan siang (11.00-13.00) karena warung sangat penuh. Datang pagi sekitar 07.00-09.00 untuk suasana lebih tenang dan mi yang fresh dari produksi pagi.

Coba Versi Kuah Dulu

Jika pertama kali, pesan versi kuah untuk merasakan profil rasa secara utuh. Kuah kaldu ayam yang dalam menjadi "medium" yang menyatukan semua elemen bumbu. Setelah itu baru coba versi kering.

Jangan Aduk Bawang Goreng

Bawang goreng ditabur di paling atas agar tetap renyah. Jangan langsung mengaduknya ke dalam mi. Makan satu suapan dulu tanpa bawang goreng, lalu satu suapan dengan bawang goreng — rasakan perbedaannya.

Tambah Kuah Kaldu

Kuah kaldu ayam bisa ditambah gratis. Jangan ragu minta tambahan kuah karena kuah inilah yang membuat pengalaman makan lebih "nyemek" dan menyegarkan, terutama jika makan siang hari yang panas.

Pesan Sambal Terpisah

Bakmi Pele menyediakan sambal rawit yang pedas menyengat. Untuk yang tidak terlalu kuat pedas, minta sambal terpisah agar bisa mengontrol sendiri level kepedasan. Sambal ini juga enak dicampur ke dalam kuah.

Siap Berbagi Meja

Warung menggunakan meja panjang berbagi. Jangan kaget jika diminta duduk bersebelahan dengan orang asing — ini bagian dari pengalaman autentik makan di warung tradisional Jawa. Justru menambah kesan "rami" yang meningkatkan selera.

Pertanyaan Umum tentang Bakmi Pele

Penutup

Bakmi Pele adalah bukti bahwa dalam dunia kuliner, konsistensi adalah senjata paling ampuh. Tidak ada dekorasi mewah, tidak ada plating instagramable, tidak ada marketing bombastis — hanya mie telur kenyal, bumbu petis yang diracik dengan hati, kuah kaldu yang direbus berjam-jam, dan warung sederhana yang sudah berdiri sejak puluhan tahun lalu. Namun hasilnya adalah sebuah hidangan yang mampu membuat siapa pun — dari mahasiswa yang kebelet makan hingga food critic dari Jakarta — mengangguk puas dan berjanji akan kembali. Di era bakmi kekinian yang datang dan pergi layaknya tren fashion, Bakmi Pele tetap berdiri tegak di kawasan Pugeran, melayani pelanggan setiap hari dengan resep yang tidak berubah sedikit pun. Jika Anda mengaku pecinta kuliner Yogyakarta tapi belum pernah makan di Bakmi Pele, maka ada satu hal yang belum lengkap dalam daftar perjalanan kuliner Anda.

JK

Tim Jogja Kuliner

Tim penulis yang fokus pada kuliner dan budaya Yogyakarta. Sudah makan Bakmi Pele lebih dari 200 kali dan tetap tidak pernah bosan. Pilihan tetap: Bakmi Ayam kuah, tambah kuah, sambal terpisah.

Komentar

0

Silakan login dengan akun Google untuk memberikan komentar